Posts

Showing posts from April, 2022

π—π•πˆ. π„πŠπ’ππ‹π€ππ€π’πˆ

Image
  ─────────  ✾  ───────── •  Anandini Naeswari Pratibha   •   •  Kasetra Satyawangsena   •   ─────────  ✾  ───────── γƒΎKalluna Cafe ,  Yogyakarta    —   21.39 WIB Seorang pria terlihat tengah bersemayam sembari terdekap oleh resah. Sedari tiba pun tak terlihat ia memasang raut sumringah. Netranya hanya berpusat pada secangkir kopi pekat yang uapnya telah habis dilahap oleh rasa gelisah. Mustaka itu dipenuhi oleh sejuta tanya. Tak karuan ia dibuat oleh satu pesan dari sang juwita yang berkata,  ‘ayo bicara di tempat biasa’. Kalimat itu selalu berdengung di dalam telinga. Ia hanya bisa menghela napas dan mengusap gusar durja. “Sudah dari tadi?” tanya seorang dara yang menggema dalam keheningan suasana, membuat Setra terkesiap dari lamunannya. Ia memandang sendu roman ayu dari sosok pujaannya. Ingin ia rengkuh raga mungil yang tak menampakkan rupa dalam waktu lama. Namun rindu yang tengah singgah dalam atma...

𝐗𝐕. ππ€π“πˆπ‡ ππ„π‘πˆπ‡

Image
  ─────────  ✾  ───────── •  Adiratna Pratibha   •   •  Airlangga Estu Dierja   •   ─────────  ✾  ───────── γƒΎ Sinduadi,  Sleman ,  Yogyakarta    —   21.39 WIB Buai gaganantara malam terasa senyap menikam. Merebak sunyi yang teranyam menandu muram. Pun desing hening bertakat menghujam, melanting ceranggah pikiran nan beragam. Gandra menoreh suram bersemayam, selarap iris merekam elok pelita yang menyuratkan temaram. Hembus niswasa tersiar dalam sebab selaksa runyam terbenam.  Biru memelawa rinai yang bertilam. Sendu kian mencekam lantaran selarung reminisensi lawas perihal romansa yang pernah digurat, telah usai menanggalkan lebam. Kendati bahtera rumah tangga yang digadang sebagai pelipur lara sudah lama karam, senantiasa memahat duka mendalam. Jua, harsa dari para jelma di dalamnya turut padam.  Tanpa aba nyeri berdentam. Udrasa yang semula didekam, lantas luruh menghantam. Membekam isak nan ...