Posts

π„ππˆπ‹πŽπ†: 𝐖𝐀𝐒𝐀𝐍𝐀

Image
─────────  ✾  ───────── ─────────  ✾  ───────── Jingga merangkak ke permukaan menghaturkan salam perpisahan kepada pratanggakara yang memadu terik seharian. Bagai rona nirwana, elok mega menorehkan keindahan bak lukisan. Hingar-bingar deru kendaraan berkumandang di setiap sudut perkotaan, mendeklarasikan bahwa jantung peradaban masih berjalan. Lalu-lalang orang terbirit menanggalkan pekerjaan, mencari celah untuk pulang lantaran raga harus segera diistirahatkan. Pun desing di pinggiran jalan, para anak manusia yang menandu beban sejenak menepi dan duduk lesehan sembari melahap kudapan. Menepis kemelut pikiran dengan membagi gelakan bersama kawan. Pada sebuah pesanggrahan, sepasang insan mencumbu keheningan. Mendudukan diri pada lincak berbahan rotan, cangkir bermotif dedaunan tergenggam pada masing-masing tangan. Kehangatan menjamah tenggorokan ketika teh yang disesap membumihanguskan runyam tak berkesudahan. Sesaat khidmat menanti binar rembulan, hawa yang sebentar ...

π—π•πˆπˆπˆ. ππ”ππ†πŠπ€π’π€π

Image
  ─────────  ✾  ───────── •  Mahawira Wisaka Kawidagda   •   • Anandini Naeswari Pratibha   •   • Kasetra Satyawangsena   •   ─────────  ✾  ───────── γƒΎKejaksaan Tinggi ,  Yogyakarta    —   03.03 WIB Arcapada dibuai kelam. Senyap kian menikam, membenam gemuruh nan mencekam. Tidak terhidang lengking bising dari lalu-lalang kendaraan yang menggeram. Pun gelegar hingar-bingar yang semula berdentam memekak penjuru peradaban, telah redam ditelan malam. Deru jarum jam laksana intuisi ‘tuk lekas terpejam. Namun, gerunyam pikiran bertakat mencengkeram. Tatkala sunyi berguam guna menggugurkan gegap nan bersemayam, tiga atma berdekam pada bangku bercorak legam. Tiada aklamasi yang tersulam sebab ragam kekalutan teranyam dalam bungkam. Membengkalaikan kepulan uap dari cawan kopi hitam, ruam muram lantas merunjam. Mengacaukan hening yang bertilam, seorang dara lebih dahulu bergumam. “ Biyung kata, kamu enggan kemba...

π—π•πˆπˆ. π–π€π‘π€πŒπ„π‘π“π€

Image
─────────  ✾  ───────── • Mahawira Wisaka Kawidagda   •   •  Adiratna Pratibha   •   ─────────  ✾  ───────── γƒΎKejaksaan Tinggi ,  Yogyakarta    —  03.02 WIB Dentang sangkala bergema pada sangkar yang dihuni oleh dua purusa. Redup pelita memupus gelita, nayanika masih mencumbu mesra serambi aksara. Senantiasa terjaga, sepasang wirya menamatkan ratri sembari ditemani pendar elok sang purnama. Senyap mengembara lantaran mereka khusyuk memirsa selaksa delancang tanpa menoreh gistha. Hanya sesekali menanya perihal berkas yang dicawiskan agar tidak dilupa. Daluang terserak di atas meja berbahan akasia, sungguh tak sedap dipandang mata. Jarum merangkak pada angka tiga, memberi pertanda bahwa fajar hampir tiba. Diwangkara senantiasa terbenam oleh gulita mayapada, membawa para jelma tuk melabuh pada alam mimpi sana. Namun, sapta cawan yang tergeletak tak berdaya sebab telah tandas tak bersisa, setia mengawani tuannya. “Aku butuh ko...

π—π•πˆ. π„πŠπ’ππ‹π€ππ€π’πˆ

Image
  ─────────  ✾  ───────── •  Anandini Naeswari Pratibha   •   •  Kasetra Satyawangsena   •   ─────────  ✾  ───────── γƒΎKalluna Cafe ,  Yogyakarta    —   21.39 WIB Seorang pria terlihat tengah bersemayam sembari terdekap oleh resah. Sedari tiba pun tak terlihat ia memasang raut sumringah. Netranya hanya berpusat pada secangkir kopi pekat yang uapnya telah habis dilahap oleh rasa gelisah. Mustaka itu dipenuhi oleh sejuta tanya. Tak karuan ia dibuat oleh satu pesan dari sang juwita yang berkata,  ‘ayo bicara di tempat biasa’. Kalimat itu selalu berdengung di dalam telinga. Ia hanya bisa menghela napas dan mengusap gusar durja. “Sudah dari tadi?” tanya seorang dara yang menggema dalam keheningan suasana, membuat Setra terkesiap dari lamunannya. Ia memandang sendu roman ayu dari sosok pujaannya. Ingin ia rengkuh raga mungil yang tak menampakkan rupa dalam waktu lama. Namun rindu yang tengah singgah dalam atma...

𝐗𝐕. ππ€π“πˆπ‡ ππ„π‘πˆπ‡

Image
  ─────────  ✾  ───────── •  Adiratna Pratibha   •   •  Airlangga Estu Dierja   •   ─────────  ✾  ───────── γƒΎ Sinduadi,  Sleman ,  Yogyakarta    —   21.39 WIB Buai gaganantara malam terasa senyap menikam. Merebak sunyi yang teranyam menandu muram. Pun desing hening bertakat menghujam, melanting ceranggah pikiran nan beragam. Gandra menoreh suram bersemayam, selarap iris merekam elok pelita yang menyuratkan temaram. Hembus niswasa tersiar dalam sebab selaksa runyam terbenam.  Biru memelawa rinai yang bertilam. Sendu kian mencekam lantaran selarung reminisensi lawas perihal romansa yang pernah digurat, telah usai menanggalkan lebam. Kendati bahtera rumah tangga yang digadang sebagai pelipur lara sudah lama karam, senantiasa memahat duka mendalam. Jua, harsa dari para jelma di dalamnya turut padam.  Tanpa aba nyeri berdentam. Udrasa yang semula didekam, lantas luruh menghantam. Membekam isak nan ...