ππππππ: ππππππ
───────── ✾ ───────── ───────── ✾ ───────── Jingga merangkak ke permukaan menghaturkan salam perpisahan kepada pratanggakara yang memadu terik seharian. Bagai rona nirwana, elok mega menorehkan keindahan bak lukisan. Hingar-bingar deru kendaraan berkumandang di setiap sudut perkotaan, mendeklarasikan bahwa jantung peradaban masih berjalan. Lalu-lalang orang terbirit menanggalkan pekerjaan, mencari celah untuk pulang lantaran raga harus segera diistirahatkan. Pun desing di pinggiran jalan, para anak manusia yang menandu beban sejenak menepi dan duduk lesehan sembari melahap kudapan. Menepis kemelut pikiran dengan membagi gelakan bersama kawan. Pada sebuah pesanggrahan, sepasang insan mencumbu keheningan. Mendudukan diri pada lincak berbahan rotan, cangkir bermotif dedaunan tergenggam pada masing-masing tangan. Kehangatan menjamah tenggorokan ketika teh yang disesap membumihanguskan runyam tak berkesudahan. Sesaat khidmat menanti binar rembulan, hawa yang sebentar ...